Rabu, 02 Januari 2013

Tentang Kutipan


        A.       Pengertian Kutipan
Banyak sekali pendapat yang mendefinisikan tentang kutipan beberapa diantaranya, sebagai berikut:
1.      Kutipan adalah salinan kalimat paragraph,atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun eslektronik.
2.      Kutipan merupakan suatu  pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, atau ucapan yang terdapat dalam buku maupun majalah, yang berfungsi untuk menegaskan isi dari uraian untuk membuktikan kebenaran dari apa yang diucapkan.
3.      Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip.
4.      Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain.
Pada dasarnya, definisi kutipan adalah menyalin sumber bacaan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, mengutip adalah mengambil pendapat atau kalimat dari buku atau dari sumber lainnya. Mengutip berbeda dengan plagiat. Plagiat adalah mengambil karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapatnya sendiri. Hal yang perlu di hindari penulis dalam mengutip sumber bacaan yaitu, kutipan yang tidak mengandung makna apa-apa dalam tulisan, penulis jangan melakukan kesalahan dalam penulisan teks ketika mengutip, namun jika terdapat kesalahan dalam teks yang di kutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, lalu diberi tanda ’sic’, yakni singkatan dari sicut (latin) yang artinya, memang demikianlah asalnya (tercetak).

        B.        Macam-macam Kutipan
Pada umumnya kutipan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Kutipam langsung (Direct Quotation)
      Adalah Kutipan yang kata-katanya utuh dikutip semua dari sebuah naskah oleh
penulis tanpa merubah sedikitpun isi dari sebuah naskah tersebut baik bahasanya maupun ejaannya. Kutipan langsung biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a.       untuk mengutip rumus atau model matematika
b.      untuk mengutip peraturan-peraturan hukum, surat keputusan, surat perintah.
c.       untuk mengutip peribahasa, puisi, karya drama, dan kata-kata mutiara.
d.      untuk mengutip beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah  pasti.
e.       untuk memgutip beberapa pernyataan ilmiah jika dinyatakan dalam bentuk lain yang dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.
Tata cara yang harus di perhatikan dalam penulisan kutipan langsung yaitu,
a.       Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam teks, diketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik (“). Sumber  rujukan ditulis langsung sebelum atau sesudah teks kutipan, dan Format penulisan diakhiri (Penulis,Tahun:Halaman).

Contohnya 1
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dngan apa yang diinginkan oleh pnulis atau pembicara" (Keraf, 1983: 3).
Contoh 2
“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38)
Contoh 3
“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78)
b.      Kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih, Diketik satu spasi, dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri, sumber rujukan  ditulis langsung sebelum teks kutipan, apabila penulis ingin memberi penjelasan atau menggaris bawahi harus diberi keterangan yang berada diantara tanda kurung, apabila terdapat kesalahan dalam kutipan dinyatakan menggunakan (sic!)
Contoh:
  Menurut Abdul Chaer dalam bukunya Linguistik Umum (2008: 16),      “Psikolinguistik merupakan subdisiplin linguistik yang mempelajari antara hubungan bahasa dengan prilaku dan akal budi manusia, termasuk bagaimana kemampuan berbahasa itu dapat di peroleh. Jadi, Psikolinguistik adalah ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik”.
c.       Apabila pengutip memandang perlu untuk menghilangkan beberapa bagian kalimat, maka pada bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah. Bila pengutip ingin menghilangkan satu kalimat atau lebih, maka pada bagian yang dihilangkan tersebut diganti dengan titik-titik sepanjang satu baris. Contoh:
     Purwaka, dkk. (1990: 33) menyatakan bahwa  GT adalah ... wewatakan kang gampang nggugu lan mituhu marang gunem utawa dedongengan kang pancene mono ora perlu digugu utawa pinotuhu (sic!)”.
d.      Apabila pengutip ingin memberi penjelasan atau menggaris bawahi bagian yang dianggap penting, pengutip harus memberikan keterangan. Keterangan tersebut berada di antara tanda kurung, misalnya: (garis bawah oleh pengutip).
e.       Apabila penulis menganggap bahwa ada suatu kesalahan dalam kutipan, dapat dinyatakan dengan menuliskan simbol (sic!) langsung setelah kesalahan tersebut.
f.       Kutipan langsung ditampilkan untuk mengemukakan konsep atau informasi sebagai data
1.   kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)
adalah kutipan yang tidak persis sama seperti bahan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang di kutip menurut jalan pikiran dan bahasa yang disusun oleh pengutip. Kutipan tidak ditulis diantara tanda petik, melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea. Tata cara yang harus di perhatikan dalam penulisan kutipan langsung yaitu:
a.    Kalimat yang mengandung kutipan ide di tulis dengan spasi rangkap sebagaimana dengan teks biasa.
b.   semua kutipan harus di rujuk, sumber rujukan dapat di tulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan.
c.    Apabila di tulis sebelum teks kutipan, nama akhir sebagaimana tercantum  dalam daftar pustaka masuk ke dalam teks, di ikuti dengan tahun terbitan di    antara tanda kurung.
d.   Apabila di tulis sesudah teks kutipan, rujukan di tulis di antara tanda kurung, di mulai dengan nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka, titik dua, dan diakhiri dengan tahun terbitan.
Contoh 1
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983: 3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan  penulis.
Contoh 1
Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)
Contoh 2
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357)
Contoh 3
Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983: 3).
        C.       Fungsi Kutipan
Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
a.  Sebagai landasan teori
b.   Penguat pendapat penulis
c.   Penjelasan suatu uraian
d.         Bahan bukti untuk menunjang pendapat yang di kemukakan.
      Akan tetapi, Kutipan juga memiliki fungsi tersendiri yaitu, sebagai berikut:
1.  Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2.  Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3.  Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4.  Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5.  Mencegah pengulangan penulisan daftar pustaka.
6.  Meningkatkan estetika penulisan.
7.  Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan       penyuntingan naskah yang  terkait dengan daftar pustaka.
8.  Untuk menunjang fakta,konsep, gagasan atau untuk memberikan informasi       tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan (catatan acuan).                     9.   Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah yang       dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan definisi istilah secara  cermat(catatan kaki)
      Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1.   Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2.   Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutpan
3.   Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4.   Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5.   Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak     langsung
6.   Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
        D.       Tujuan Kutipan
Berikut tujuan dari penulisan kutipan yaitu, sebagai berikut:
1.   Menegaskan isi uraian untuk membuktikan kebenaran dari apa yang diucapkan
2.   Untuk menambahkan dan memberikan suatu informasi dalam bentuk tulisan     tertentu serta kutipan juga dapat menjadi catatan acuan untuk menunjang tulisan.
3 Dapat membantu kesempurnaan tulisan yang akan kita sajikan serta dapat            meyakinkan pembaca bahwa apa yang kita berikan dalam bentuk tulisan    merupakan gagasan yang benar                                                                     
 4.  Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah yang            dikemukakan dalam teks yang di kutip dari sumber bacaan.
E.   Prinsip-Prinsip Mengutip

Ada beberapa prinsip dalam mengutip seuatu tulisan atau karya, prinsip-prinsip tersebut diantaranya :
1.      Nama penulis ditulis pada bagian permulaan kalimat
Contoh: “Gordon (2006) melaporkan bahwa bahan dasar harus tersedia dengan cukup untuk menjamin kelancaran proses produksi”.
2.     Nama penulis ditulis pada tengah kalimat
Contoh: ”Meskipun komunikasi formal sangat penting bagi organisasi besar, seperti    dilaporkan oleh (Purwanto, 2006:134), namun kurang menguntungkan bagi sudut pandang individual maupun perusahaan”.
3.      Nama penulis ditulis pada akhir kalimat
  Contoh: ”Salah satu keunggulan komunikasi nonverbal adalah kesahihannya atau   realiabilitas (Suzuki, 2000)
4.      Bila jumlah penulis ada 2 atau 3, maka semua nama penulis harus disebutkan dan   dikutip dengan menggunakan kata “dan” atau tanda “&”.
Contoh: ”Menurut Evans dan Maxwell (2008:56) faktur pajak merupakan bukti pungutan   pajak dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkreditkan pajak masukan”
5.      Bila terdapat enam atau lebih penulis, maka dikutip menggunakan et al atau dkk.
 Contoh: ”Bauran Pemasaran atau Marketing Mix tersebut merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya” (Gitosudarmo   dkk, 1992:64).
1.      Seluruh kutipan menggunakan font yang sama dengan teks utama.
7.   Tahun yang tidak diketahui dikutip sebagai no date. Rujukan pada cetak ulang dikutip    dengan tahun publikasi asli di dalam kurung siku.
Contoh: (Marx [1867] 1967, p. 90).

F.  Cara Penulisan Sumber Kutipan dari Berbagai Sumber
Sumber bacaan yang dapat dikutip oleh penulis serta cara penulisan yang benar    yaitu, sebagai berikut:
1.   Buku                              
Cara penulisan:
1.      jika satu sampai tiga pengarang, nama penulis ditulis sesuai dengan nama  pengarang pada buku dan diikuti koma. Jika pengarang lebih dari tiga pengarang, nam pengarang pertama diikuti singkatan dkk (dan kawan-kawan) atau et.al (et alli)
2.      judul buku dicetak miring
3.      judul buku yang diikuti informasi (sub jadul, jilid, edisi);tidak disisipi koma atau titik.
4.      informasi penerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nam kota (diikuti titik dua), penerbit (diikuti koma) dan tahun, setelah kurung tutup diberu koma.
5.      dapat diikuti kata halaman (disingkat hlm atau h ) dan dapat juga, nomor halaman angka arab dan diakhiri dengan titik.
Contoh 1
  Menurut Abdul Chaer dalam bukunya Linguistik Umum (2008: 16),      “Psikolinguistik merupakan subdisiplin linguistik yang mempelajari antara hubungan bahasa dengan prilaku dan akal budi manusia, termasuk bagaimana kemampuan berbahasa itu dapat di peroleh. Jadi, Psikolinguistik adalah ilmu interdisipliner antara psikologi dan linguistik”.
Contoh 2
Aksin, M, Merancang Audio Mobil Hi-Fi Stereo System, Semarang: Effhar, 2002.
2.      Surat kabar
Cara penulisan:
Macam tulisan atau nama pengarang (jika ada), judul berita atau karangan, nama surat kabar, data tentang penerbitan, bagian (jika ada, nomor halaman, kolom (jika ada).
Contoh 1
3.      Artikel dalam jurnal
Cara penuilisan:
Nama pengarang, juduk artikel (diikuti tanda petik), nama jurnal (dicetak miring), nomor volume:nomor halaman, (tempat, bulan dan tahun penerbitan), nomor halaman.
4.      Terjemahan
Cara penulisan:
Nama asli pengarang, judul asli buku atau judul terjemahan, penerjemah (bisa disingkat terj.), (nama kota;penerbit, tahun), nomor halaman.
5.      Majalah
Cara penulisan:
Nama pengarang,judul artikel (diapit tanda petik), nama majalah dicetak miring (koma diletakkan sebelum tanda petik terakhir) nomor dan tanggal penerbitan, nomor halaman
Contoh 1.
Bobo, Majalah Mingguan Anak-Anak, No. 51/1998, Jakarta.

G. Cara menempatkan Sumber Kutipan yang Benar
Ada beberapa cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:
1. cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang     dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan             menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.
2. cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber          kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks        dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang       garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis        pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari     kutipan itu sendiri adalah satu spasi.
3. cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote       (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan      jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan       jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk          footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah     satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap           halaman adalah dua spasi.
4.  Jika penulis mengutip sumber pengarangnya dua orang, maka kedua pengarang  tersebut, penulis harus menyebutkannya. Misalnya, Sharp dan Green (1976: 1).       Namun jika pengarangnya lebih dari dua orang maka penulis harus mencantumkan     nama pengarang tersebut dengan cara, penulis mencantumkan nama pengarang        pertama kemudian di ikuti oleh et. al







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar